© 2018 by Indo Semar Records

Listen to our playlist

  • social and music icons orange-05
  • social and music icons orange-04
  • social and music icons orange-06

About
Indo Semar Records

Sekarang, setelah hampir 50 tahun aktif dan konsisten berkontribusi dalam membesarkan musik Indonesia dan menaungi lisensi manca negara serta artis dalam negeri, IS Records juga memiliki 7 label, yaitu: King's Records, Granada Records, Billboard Indonesia, Bulletin Records, Aruna Records, Taurus Record and Dynasty Records

IS Records Sebagai Pemegang Lisensi Manca Negara

Kalau kamu tumbuh besar setelah IS Records berdiri, berarti kemungkinan banyak koleksi kaset dan CD-mu, serta lagu-lagu yang kamu dengar merupakan hasil kerja ISS. Sebagai pemegang linsesi, IS Records mendapat hak eksklusif untuk memperbanyak, mengedarkan dan menjual produk dari perusahaan rekaman manca negara di Indonesia. Salah satu highlight dari rilisan IS Records adalah album Michael Jackson, “Dangerous”, yang dirilis pada tahun 1991 dengan penjualan kaset yang mencapai angkat 300.000 unit (memenangkan Quadruple Platinum Award), serta Backstreet Boys pada tahun 1996 dengan penjualan kaset mencapai 225.000 unit (memenangkan Triple Platinum Award).

IS Records sebagai Produksi Musik Dalam Negeri

Selain berjasa dalam menghadirkan banyak lagu-lagu manca negara yang mungkin sekarang jadi bagian penting dalam hidupmu dan selalu berkesan untuk diingat, IS Records juga sama berjasanya dalam menghadirkan musik dalam negeri yang berkualitas. Artis-artis yang bernaung di bawah IS Records pun telah terbukti kesuksesan karirnya. Sebut saja Maribeth, yang berhasil mendapat penghargaan HDX Award 1994, dan menjadi “Best Seller” di kategori: Penghargaan Khusus Penyanyi Asing. Selain itu, NAIF dengan albumnya yang berjudul “Jangan Terlalu Naif” pada tanggal 15 September 2000 mendapat Gold Award karena penjualan kasetnya yang melebihi 75.000 kaset. Tidak ketinggalan sejumlah nama lainnya seperti Plastik, Sodara Sodari, Junior, Rani, dan masih banyak lagi.

History

Berawal dari Kios Musik

1970 – 1975

Berawal dari sebuah kedai toko kecil di Lokasari, sang Founder, Iwan Sutadi Sidarta, memulai perjalalanan Indo Semar Records (ISS) pada tahun 1970 dengan berbekal kecintaannya pada dunia musik. IS Records dimulai dengan sederhana sebagai sebuah toko CD yang menyediakan jasa pembuatan CD kompilasi untuk pecinta musik.

Pembuatan CD Kompilasi

1980 – 1990

Sebenarnya, pada saat itu di Lokasari terdapat banyak kios musik lainnya, namun selera musik dari Iwan Sutadi Sidarta lah yang membuat ISS Record menjadi kios yang sangat digemari oleh banyak orang. Ternyata, kecintaan Iwan Sutadi Sidarta merupakan sesuatu yang sifatnya generasional dan telah diturunkan dari kedua orangtuanya yang juga berkarir di industri musik.

Jasa pembuatan CD kompilasi yang dijalankan pun sangat sederhana, dan tidak pernah terbayangkan oleh Iwan sebagai founder untuk bisa memiliki perusahaan rekaman musik sebesar ini, bahkan menjadi salah satu yang terbesar dan terlama di Indonesia. Dulu sebelum ada copyright, semua orang bebas untuk mereka lagu. Nah, ISS mempunyai jasa bagi pencinta musik untuk memilih lagu-lagu yang mereka inginkan untuk digabungkan dalam satu CD kompilasi. Ataupun membeli CD kompilasi yang sudah dibuatkan oleh ISS Record. Tugas Iwan adalah membuat daftar lagu yang kira-kira akan digemari banyak orang, merekam setiap lagu dari albumnya masing-masing, lalu menjualnya. ISS Record juga bahkan sempat mempunyai pabrik sendiri untuk memproduksi semua kaset, lempengan CD, dan juga kemasannya, sebelum dunia musik mulai beralih ke dunia digital seperti sekarang.

Distributor Resmi International Major Label

1990 – 2000

Enam tahun kemudian IS Records mulai memegang artis pertamanya, Utha Likumahuwa dengan album “Tersiksa Lagi”, di bawah label Granada Record. Studio pertama yang dimiliki oleh ISS mulai dibangun tahun 1975 di area Pluit, Jakarta Utara. Suatu waktu SONY Music baru ingin membawa masuk musik mancanegara ke Indonesia dan sedang mencari distributor resmi sebagai partner mereka di Indonesia. Akhirnya Iwan Sutadi sebagai founder bertemu dengan pihak SONY Music, dan akhirnya IS Records resmi menjadi pemegang lisensi musik luar. Hampir semua musik manca negara, seperti Michael Jackson, Britnery Spears, Julio Iglesias, Backstreet Boys dan masih banyak lagi, bisa masuk ke Indonesia melalui ISS Record sebagai pemegang lisensi internasional.

Konsisten Berkembang

1975 – 2005

Sejak saat itu, IS Records secara konsisten semakin berkembang dan mulai mempunyai dua kategori bisnis, yaitu pemegang lisensi dari perusahaan rekaman manca untuk artis-artis internasional yang albumnya didistribusikan di Indonesia, dan juga sebagai produsen musik dalam negeri menaungi banyak artis ternama mulai dari yang legendaris hingga pendatang baru seperti Yuni Shara, Ita Purnamasari, Junior, Plastik, Stinky, Netral, Naif, Laluna, Tiket, Azmi, dan masih banyak sejumlah nama besar lainnya.

What We Do

IS Records berkolaborasi dengan berbagai label internasional di Asia dan Eropa, serta memproduksi, mempromosikan dan merilis musisi dalam negeri.  

SONGWRITING
LAUNCHING
RECORDING
DISTRIBUTION
MIXING & MASTERING
PROMOTION

Associated Labels

ToCo Asia

Avex Records

Our Commitment

IS Records berkomitmen, dan telah terbukti selama hampir 50 tahun, untuk memproduksi musik berkualitas yang dapat dinikmati oleh pecinta musik nasional maupun internasional. Jika kamu merasa memiliki bakat di bidang musik dan bermimpi untuk ikut meramaikan industri musik tanah air, kami terbuka menerima bakat-bakat baru yang akan kami bantu mulai dari proses rekaman, mixing, hingga mastering yang dilakukan secara teliti dan professional oleh tenaga ahli di bidangnya.

 

IS Records akan terus memperbaharui dan memproduksi musik yang baik, layak dan mengikuti perkembangan jaman, karena musik adalah DNA dan motor yang terus memacu kami.

Join IS Records

Tertarik bergabung dan berkarya bersama IS Records baik sebagai talent maupun tenaga ahli di balik layar? 

Send your CV to
hello@indosemarsakti.com